Profil Sekolah
Pengelolaan Sekolah
Fasilitas Sekolah
Dokumen / Panduan
1. Teknik dan Kiat Pelaksanaan Kurikulum
  Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik, SMA Negeri 3 Medan melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain : 
  a). Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Pembelajaran
    Setiap awal tahun pelajaran dan setiap awal semester SMA Negeri 3 Medan mengadakan rapat koordinasi yang diikuti oleh semua guru dan karyawan serta tenaga kependidikan lainnya dengan tujuan untuk menyusun program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Khusus penyusunan administrasi guru dilakukan melalui musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama.
  b). Penyusunan Kurikulum
    Dengan diberlakukan dan dilaksanakannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMA Negeri 3 Medan, maka kurikulum yang digunakan disebut dengan Kurikulum SMA Negeri 3 Medan. Kurikulum ini disusun dan disempurnakan pada setiap tahun pelajaran dan penyusunan serta penyempurnaannya dilaksanakan oleh Tim Pengembang Kurikulum SMA Negeri 3 Medan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
  c). Peningkatan Hasi Belajar Peserta Didik
    Upaya peningkatan prestasi belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni :
    1). Seluruh siswa mulai dari Kelas X sampai dengan Kelas XII pada Tahun Pelajaran 2012/2013 kegiatan pembelajarannya berpedoman kepada Kurikulum SMA Negeri 3 Medan (KTSP). Setiap guru mata pelajaran dalam kegiatan pembelajarannya di kelas diarahkan berbasis TIK.
    2). Penerapan strategi Team Teaching. 
      Agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga akan memaksimalkan penerapan pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam pelajaran per-minggu. Dalam pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu orang guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.
    3). Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per-kelas. 
      Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran, maka akan diupayakan agar pembelajaran untuk mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran per-hari/kelas dan untuk mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran per-hari/kelas.
    4). Pemantapan Mental dan Keterampilan Teknis (PMKT).
      Bagi siswa Kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional dan SNMPTN/ UMPTN diberi pengayaan berupa tambahan materi pelajaran, khususnya untuk mata pelajaran UN dan SNMPTN. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan-bulan terakhir Semester-2 atau 3 (tiga) bulan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya. 
    5).  Pelaksanaan Try Out (Tes Uji Coba)
      Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilan PMKT, secara periodik dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba (Try Out) yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi UN dan SNMPTN. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar. 
    6). Program Pendalaman Materi dan Pengayaan
      Program khusus pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa Kelas X dan Kelas XI dan dilaksanakan di luar jam tatap muka di kelas. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan ekskul SEC, Club Matematika, Club Fisika, Club Biologi, Club Kimia, Club Ekonomi, dan Club ICT yang masing-masingnya dibimbing oleh guru inti. 
    7). Praktikum IPA
      Untuk membekali dan memberikan latihan keterampilan khusus bagi peserta didik, selain kegiatan pembelajaran yang menerapkan metode eksperimen, juga didukung dan dikembangkan melalui kegiatan praktikum di laboratorium untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika. Hal ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum laboratorium diharapkan sebagian besar dengan mengambil materi pendukung perguruan tinggi. Dengan kegiatan praktikum seperti ini diharapkan agar siswa tidak merasa asing lagi ketika memasuki dan berada di perguruan tinggi, sewaktu melaksanakan kegiatan praktikum dan menyusun laporan hasil kegiatan praktikumnya. 
    8). Penerapan Sistem Penilaian
      Pelaksanaan ulangan harian dan ulangan tengah semester dilaksanakan dengan sistem manual, sedangkan pelaksanaan ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas dilaksanakan dengan sistem komputerisasi, seperti yang dilaksanakan pada Ujian Nasional. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan dirinya mengikuti ujian dengan sistem komputerisasi sehingga dalam pelaksanaan Ujian Nasional dan SNMPTN, siswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Di samping itu laporan hasil belajar peserta didik didesain dengan sistem komputerisasi yang berbentuk lembaran. 
    9). Pelaksanaan Program Remedial
      Program remedial dilaksanakan, baik secara kolektif yang jadwalnya diatur oleh sekolah maupun program remedial yang jadwalnya diatur sendiri oleh masing-masing guru sesuai dengan program pembelajaran yang disusunnya. Program remedial kolektif dilaksanakan setelah Ulangan Akhir Semester dan Ulangan Kenaikan Kelas. Di samping itu sebagian guru juga melaksanakan kegiatan remedial secara online dan ada juga yang memanfaatkan fasilitas email. 
    10). Layanan Klinis
     

Layanan klinis adalah merupakan bagian dari program kegiatan bimbingan konseling yang pelaksanaannya dapat dilakukan melalui tatap muka di kelas maupun bimbingan pribadi di ruangan BP/BK.

2. Pemanfaatan Fasilitas Perpustakaan
  Dalam rangka pemanfaatan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran, maka per-pustakaan SMA Negeri 3 Medan berupaya menambah koleksi buku perpustakaan. Secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, maupun buku kumpulan soal. Perpustakaan SMA Negeri 3 Medan dikelola dengan sistem komputerisasi, sehingga mempermudah pelayanan yang diberikan kepada pengunjung perpustakaan. Pemanfaatan perpustakaan dilakukan dengan mewajibkan setiap guru mata pelajaran minimal 1 kali dalam 1 semester pada setiap kelas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan. Jadwal pelaksanaannya diatur oleh bidang kurikulum. Dengan demikian setiap harinya perpustakaan tidak pernah sepi dari pengunjung.  
3. Pemanfaatan Fasilitas Internet
  Dalam upaya menambah wawasan dan sumber belajar peserta didik, SMA Negeri 3 Medan menyediakan fasilitas internet (wi-fi) yang didukung oleh 3 unit server yang setiap saat (24 jam) dapat dimanfaatkan oleh siswa. Dengan adanya fasilitas internet ini, maka siswa dapat mengakses informasi-informasi terkini dan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dan mata pelajaran yang berbasis TIK.
4. Persiapan Menghadapi Olimpiade Sains
  Pendalaman materi khusus bagi siswa unggulan dilakukan untuk menghadapi persaingan terutama dalam mengikuti Olimpiade Sains yang setiap tahunnya dilaksanakan. Pembinaannya semakin ditingkatkan melalui adanya club-club olimpiade sains, yang meliputi mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, TIK, Astronomi, Bahasa Inggris dan Geografi. 
5. Pemberian Bekal Kemampuan Berbahasa Inggris
  Sebagai sekolah model pembelajaran Bahasa Inggris, maka siswa dibekali penguasaan bahasa internasional untuk menghadapi era globalisasi. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembelajaran Muatan Lokal (Conversation Clinic dan Toefl Preparation) dan kegiatan Ekskul Smantig English Club (SEC). 
6. Layanan Bimbingan dan Konseling
  Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan penempatan, penjurusan, problema pribadi, dan tes kecerdasan (IQ) peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Negeri 3 Medan. Dengan demikian layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa : ”Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan di atas. Cakupan yang amat luas itu (yakni kawasan bimbingan, pengajaran dan latihan) saling terkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

Meskipun kawasan kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namun ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Negeri 3 Medan, kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang Koordinator BP/BK.

Dalam rangka meningkatkan efektifitas layanan BP/BK, SMA Negeri 3 Medan memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut :

  a). Penyusunan Program
  b). Pelaksanaan Program
  c). Evaluasi
  d). Analisis Hasil Evaluasi
  e). Pelaksanaan Tindak Lanjut
  Kelima tahapan pelaksanaan BP/BK di SMA Negeri 3 Medan sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 (empat) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut:
  a). Layanan Orientasi  
    Layanan orientasi diberikan terutama pada awal Tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal : 
    1). Orientasi mengenai tata tertib sekolah.
    2). Orientasi mengenai keadaan guru/pegawai.
    3). Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan, laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi, dan sebagainya).
    4). Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
  b). Layanan Informasi
    Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Negeri 3 Medan, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak siswa duduk di Kelas XI.
  c). Layanan Penempatan dan Penyaluran  
    Layanan penempatan dan penyaluran ini diberikan kepada peserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan sebagian besar petugas BP/BK bertanggung pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.  
  d). Layanan Pembelajaran 
    Dalam memberikan Layanan bidang pembelajaran, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, pendalaman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.  
7. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
  Penyampaian materi lingkungan hidup kepada peserta didik dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan hidup dilaksanakan untuk mewujudkan SMA Negeri 3 Medan yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :  
  a). Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran
  b). Penggalian dan pengembangan materi serta persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
  c). Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
  d). Pengembangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta didik tentang lingkungan hidup.
  Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan), maka dalam kegiatan pembelajaran setiap mata pelajaran menambah muatan materi pelajarannya dengan materi lingkungan hidup yang orientasinya diupayakan agar peserta didik memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya, khususnya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Implikasi dari pendidikan lingkungan hidup ini akan diwujudkan melalui kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, penataan taman sekolah, pengolahan sampah, penghematan sumber daya alam, dan lain-lain.
8. Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA adalah pendidikan/program pembelajaran yang diselenggarakan pada SMA sesuai dengan kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia, geografis, budaya, historis dan potensi daerah lainnya yang bermanfaat dalam proses pengembangan kompetensi sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik.
Tema SMA Berbasis Agro Industri lebih diminati oleh peserta didik dan didukung oleh sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan serta pengurus komite sekolah, sehingga SMA Negeri 3 Medan menentukan SMA Berbasis Agro Industri sebagai tema keunggulan lokal dalam implementasi PBKL. 
9. Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa
  Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1 butir 1). Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa juga dapat dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh karena itu dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan keempat sumber tersebut teridentifikasi 18 nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa, yaitu : 1) religius, 2) jujur, 3) toleransi, 4) disiplin, 5) kerja keras, 6) kreatif, 7) mandiri, 8) demokratis, 9) rasa ingin tahu, 10) semangat kebangsaan, 11) cinta tanah air, 12) menghargai prestasi, 13) bersahabat/komunikatif, 14) cinta damai, 15) gemar membaca, 16) peduli lingkungan, 17) peduli sosial dan 10) tanggung jawab.
Pengembangan budaya dan karakter bangsa dapat dilakukan dengan mengintegrasikan dalam semua mata pelajaran, melalui pengembangan diri, dan budaya sekolah.
Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diintegrasikan melalui semua mata pelajaran dilakukan dengan mencantumkan nilai-nilai tersebut dalam silabus dan RPP. 
10. Pengembangan Pendidikan Anti Korupsi
  SMA Negeri 3 Medan merupakan satu-satunya SMA Negeri di Kota Medan yang ditetapkan oleh Depdiknas bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pusat sebagai sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran anti korupsi. Melalui pendidikan anti korupsi yang materi pembelajarannya terintegrasi dengan materi pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan mata pelajaran lain yang terkait, maka diharapkan peserta didik sejak dini telah diberi bekal pengetahuan dan mental yang kokoh untuk menghindari perbuatan korupsi. Upaya ini diwujudkan melalui latihan-latihan dan pembiasaan-pembiasaan, seperti membiasakan kejujuran, kedisiplinan dan lain-lain.